Langsung ke konten utama

Postingan

Belajar

Lagi belajar buat sabar, Lagi belajar buat enggak mudah percaya omongan orang lain. Inget gak sih games yg sering banget dimainkan saat ada kegiatan ato gathering, pesan berantai, dari org pertama ke orang ketiga saja itu biasanya udah salah, jadi, saat kamu dengar si A berkata bahwa si D tidak menyukaimu, padahal si A hanya dengar dari B, dan entah B dengar dari mana juga sebelumnya. Rasanya lega pernah memainkan permainan ini, yups, gak usah terlalu dipikirkan.. Jalani hidup, dan berbuat dengan sebaik-baiknya versi dirimu saja, sambil menunggu suami tercinta pulang berlayar 😊😊 yuk diisi dengan yang positif yuuk

My Love From The Sea

Terakhir kali nulis di blog ini 12 Des 2019, sudah lama banget ternyata. Di tanggal itu tidak pernah terpikir, empat belas hari kemudian saya akan bertemu laki-laki yang Tuhan takdirkan akan menjadi suamiku.  Dia selalu nyebut dirinya gak romantis, dan memang benar dia gak romantis seperti di film, gak pernah ngasi bunga, pernah ding saat kami nikah, ya karena memang prosesinya begitu haha, dia juga gak melamar kayak di film, ngasi cincin sambil berlutut. Tapi, dia turun dari kapal setelah sekian bulan berlayar dan langsung menemui saya sebelum pulang ke rumahnya, setelah bertemu, dia dengan percaya diri menemui orang tua saya, perjalanan enam jam Mamuju-Polewali dengan naik motor rasanya lebih romantis. Dia yang katanya gak romantis, setiap kali kami makan bareng dia selalu yang lebih dulu nuang air ke dalam dua gelas dan memberikannya pada saya, air mata mulai netes kalo ingat ini.  Saya baru menyadari diri saya yang sebenarnya setelah menikah, saya ternyata hany...

Doaku

Dulu, aku bahkan tidak selera melakukan hal-hal yang dulunya kusukai, aku tidak selera menonton drama korea, aku tidak selera menghabiskan novel yang kubeli, aku tidak selera menonton televisi, yang kuselerakan hanyalah menunggu chat darimu, ah benar-benar budak cinta. Belum kutahu saat itu bahwa itu toxic, duniaku hanya tentangmu, hampir tiap hari aku mengeluarkan air mata hanya karena ekspektasiku terhadapmu tidak sesuai perlakuanmu padaku, benar-benar toxic.  Hari ini, semua dalam keadaan 180 derajat berbeda, aku bersemangat bekerja di kantor lagi, aku pulang kantor dengan perasaan gembira demi melakukan hal-hal yang kusuka, menonton drama korea, membaca novel yang baru saja kubeli, ah.. indahnya kehidupan seperti ini, kehidupan tanpa terpaut hanya pada satu objek, tanpa harus jadi budak cinta.  Kuharap, suatu hari, jika aku kembali mencintai seseorang, aku tidak akan menaruh ekspektasi apapun lagi padanya, darimu, aku belajar, manusia itu tidak ada yang sempurna, sebaik ap...

I Love Bus

Saya adalah bus lover, saya sukaaa banget naik bus, semakin panjang perjalanan semakin saya suka, tapi tentunya dengan bus yang nyaman juga 😂 Sejujurnya saya lebih memilih naik bus daripada pesawat, asal busnya juga nyaman, kalo di atas kendaraannya duduknya gak nyaman juga ya siapa yang suka . Bus-bus AKAP Sulawesi termasuk yang nyaman menurut saya sih. Di Sulawesi banyak bus-bus sleeper seat, bahkan ada yg sleeper beneran, beneran tempat tidur. Gambar di atas adalah sleeper seatnya Bintang Timur, sejauh ini menurut saya dari semua bus tujuan Mamuju Bintang Timurlah yang paling luxury, mereka hanya memasang 18 seat dalam bus nya, dengan formasi tiap baris dua satu, jadi hanya ada 3 kursi dalam 1 baris dan ada 6 baris ke belakang, jadi hanya ada 18 seat, bener-bener longgar, perjalanan 9 jam ke Mamuju jadi berasa bakal nyaman banget pastinya, meskipun jalanan berkelok-kelok, kayak... perjalanan cintamu, eh. Adanya seat yang cuman sendiri juga membikin nyaman jomblo kayak s...

The Buddies Ice Cream, Losari

Recomended ice cream di makassar. Buddies Ice Cream di Jalan Lamaddukelleng, Losari. Rasanya paas, gak enek, tempatnya asik buat nongkrong, buat foto2 juga instagrameable bangeet 😍😍  Rasa yang recomended menurut saya rasa unicorn 😁😁, rasanya kek permen karet anak2 gitu, anak2 pasti suka nih rasa ini, tapi buat org dewasa ini juga enak 

Meet Up

Seneeeng banget hari ini ketemu mereka, they still 'apa adanya' kayak jaman SMA dulu. Kita nongkrong sambil ngetawa-ngetawain kejombloan bersama, sambil menyelipkan ketakutan karna udah banyak juga temen-temen yang udah nikah, lah kita kapaaan? 😂  Tapii bersyukur juga masih punya waktu buat nongki-nongki begini, mungkin memang kita masih ditakdirkan untuk itu.  Thanks for this night girls.. 

Cowok Kaya

Dulu, waktu masih kecil, kalau lewat depan rumah mewah itu, kadang-kadang muncul khayalan Cinderella. Seorang cowok menghuni rumah itu, dia kemudian jatuh cinta pada saya dan melamar saya, kami menikah dan bahagia, orang tuanya baik, pengertian. Si cowok perhatian, dan ah banyaklah khayalan-khayalan ala sinetron yang dibuat-buah sekehendak hati, seakan keluarga seperti itu memang ada.  Tadi, saya lewat depan sebuah rumah mewah, cantik, mengagumkan bentuknya, tapi entah mengapa perasaan saya hambar melihatnya, pagar yang menjulang tinggi, seakan saya bisa merasakan kemewahan yang ada di dalamnya mungkin sebenarnya adalah penjara bagi penghuninya, penjara pikiran, penjara ketakutan akan kehilangan semua itu.  Ah, sekarang saat sudah dewasa saya juga menginginkan cowok kaya, kaya pikiran, pikirannya luas. 😊😊

Cuman Deket

Nginep di Grand Citihub Panakukkang, pas nyampe hotel berasa capek banget pengen tidur aja, tapi karna mesti beli baterai buat ngetes tester moisture yg jadi tugas saya ke makassar ini berfungsi atau nggak, ya mau gamau mesti keluar hotel buat cari baterai. Nyari2 di maps ga ada indomaret dan sejenisnya yang terdekat, yg dekat di maps cuman Mall Panakukkang doang. Yaudahlah ke mall aja sekalian cari makan, ntar nyari baterainya di supermarketnya mall. Di maps sih jaraknya 200 meter, karna males jalan kaki pesenlah grabcar. Pas udah naik ke mobil, drivernya nanya 'ini ke MP kan mba?' dengan nada gak yakin, 'iya pak bener' jawab saya enteng. Ga sampe semenit, mobilnya udah belok dong masuk ke gerbang emool.. laaah ini udah sampe? 'Oh ini udah MP ya pak?' Tanyaku, 'iya mba, makanya saya heran tadi, tapi memang sering ada yang begitu sih, pesen grab biar nyebrangnya mudah'  😂😂 dan saya ngetawain diri sendiri, ini hotel sama MP cuman depan-depanan looh, tin...

Bahagia Dulu

Kau masih terlalu takut untuk disakiti, benar kan?  Alih-alih berjuang setelah gagal pada percobaan pertama, kau malah sudah memasang strategi bertahan total saat aku belum menendang pun, haha.. Aku tertawa dalam hatiku, kau sudah berani memulai pertandingan bahkan sebelum kau belum benar-benar pulih, lalu kau terlalu takut untuk kecewa lagi, kawan, kusarankan padamu untuk pulih dulu, berdiamlah, tenangkan dirimu, bahagiakan dulu dirimu sendiri, kebahagiaan tidak akan pernah kita dapatkan dari orang lain, tidak ada manusia sempurna, suatu saat kelak mereka pasti akan pernah membuat kita kecewa. 
Gue hidup di dunia di mana kalau chat dengan orang, even itu hanya ngomongin kerjaan, jadi gosip. Nonton sama temen cowo, jadi gosip. Makan bareng temen cowo, jadi topik hangat.  Diem aja gak ketemu atau cerita apa-apa dengan orang-orang eh tiba-tiba ada gosip yg lebih hot, sampe bikin tercengang2, hah gue aja gak tau ada cerita seperti itu dalam hidup gue, kok mereka bisa tau ya? Banyak juga orang-orang kek gini, kamu tuh kenapa sih, gak mau sama Si Bambang, Si Pedrosa, Si Messi, padahal dia itu baik loh, rajin menabung loh, sebelum tidur cuci kaki, gosok gigi, minum susu loh, kamu tuh kok pilih-pilih banget sih. Mbak mas, ini hati ya, bukan mau beli hp yang kalau gue bosan tinggal ganti yg baru. Hati orang lain itu juga gak terbuat dari baja tahan banting yang hanya karna mereka bagus di mata kalian jadi gue mesti nerima dia meskipun gue gak ada perasaan, hati orang juga mesti dijaga.  Ada juga yang tukang judge, cewek kalo pinter, kalo mapan susah ya dapat pendamping hidup,...

Tangan Dinginku

Adalah seorang gadis, 'Puncak' namanya, dan seorang pendaki, sebut saja ia 'Angin'. Puncak pernah mengagumi Angin, menginginkan sosok Angin ada bersamanya, "ah, akan bahagia hidupku jika bersama Angin", hari-harinya lalu terisi dengan khayalan hubungan yang romantis dengan Angin, berharap Angin akan datang dengan gagah berani menantang alam dan mendaki seperti seorang kesatria hingga puncaknya.  Puncak memberanikan diri mendekati Angin, dan gayung bersambut, Angin merespon tepat seperti khayalan Puncak. Angin berhasil mendapatkan Puncak. Tapi, sesuatu kemudia berkecamuk di dalam diri Puncak, ia ternyata tak pernah mencintai Angin, sang Puncak yang bimbang kemudian menjauhi Angin. Angin tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi, ia terus saja bertanya meminta penjelasan, tapi Puncak tak merespon, hatinya beku, tak ada rasa untuk tinggal dengan Angin. Puncak sadar, kini ia telah melukai Angin. Singkah cerita semua berakhir, Angin melepaskan Puncak dengan menanam ...

Pernah

Kadang, aku tak percaya bahwa waktu sudah membawa semuanya sampai pada titik ini, titik di mana sedih bukan lagi temanku sehari-hari, aku pun sudah bisa menertawakan masa lalu dan berkata "bego banget sih waktu itu" Ya, dulu aku takut, suatu saat aku tak bisa lagi menangis saat mengingat tentangmu, dengan kata lain aku takut kehilangan cintaku padamu yang sebelumnya duduk manis di hatiku. Tapi kini, waktu menggenggam tanganku dan membawaku lari, hingga akupun tak sadar sudah berlari jauh, dan kutanya hatiku, masihkah aku mencintaimu? Ah, perasaan memang akan hilang seiring waktu, aku pun tak kuasa melawannya, sekuat apapun aku ingin mempertahankan cinta padamu, sang waktu pun dengan sekuat tenaga membawaku pergi dari kenangan dan pikiran tentangmu..  Kuharap, kita pun akan bahagia dengan jalan kita masing-masing. Kubuat tulisan ini agar aku tak lupa pernah mencintaimu, Kak.. 

Tempat Itu (2)

Matahari terbit lagi hari ini, dan akan segera membenamkan dirinya, tapi kenaifan ku belum juga sirna ternyata. Kau tahu aku kembali lagi ke tempat itu sore ini, hei ini adalah pertama kalinya aku ke sana saat matahari masih bersinar, tempat itu ternyata juga indah di sore hari. Aku melihat ada hamparan pasir yang mungkin bisa ditempati untuk memanjakan kaki ini dengan pasir pantai, tapi aku terlalu malu untuk memarkirkan motorku sedangkan di sana ada beberapa orang yang juga sedang menikmati pemandangan yang indah.. Tempat itu.. Indah di malam hari, hari itu aku terkagum-kagum di dalam kepiluanku saat tahu ada tempat seperti itu di sini.. Ah andainya tempat itu tak menyisakan kenangan yang dalam, sudah tiap sore aku ke sana melepaskan penatku.. Aku takut, takut saat kujejakkan kakiku di tempat kita duduk dulu, aku tak dapat menahan sesuatu keluar dari mataku.. Tapi entah mengapa tempat itu begitu menarik perhatianku, terlalu sering muncul dalam pikiranku

Tempat Itu

Kamu tau gak sih, tempo hari seorang teman ngasi rekomendasi tempat enak buat menenangkan diri sama aku, "enak itu duduk sore-sore di tepi pantai, bawa minuman, dan denger musik pake earphone, di sana, soalnya tempatnya sunyi" dia pun ngejelasin tempatnya.. Seketika hatiku tertawa saat tahu tempatnya, ya aku setuju tempat itu indah dan aku setuju di sana adalah tempat paling pas untuk memandang ke lautan luas sambil menenangkan diri, tapi aku takut ke sana, tempat itu menyisakan kenangan yang begitu pilu.. Hari itu, semua beeakhir indah di sana, meskipun berakhir indah, tetap saja tak ada perpisahan yang tak menyisakan tangis. Malam tadi, entah apa yang menggerakkanku ke sana, memacu motorku sendirian membelah jalan yang sunyi, sangat sunyi bahkan, menuju tempat itu, di tengah jalan aku disiuli oleh anak muda yang duduk di pinggir jalan, membuatku bergidik ngeri, takut takut ada yang berniat buruk di jalan sunyi ini, sampai di sana, melihat tempat itu sekilas aku langsung pu...

Adek Kecil

Adek kecil, tukang parkir di depan ATM.. Dia mengangkat kardus yg dipakainya buat nutupin jok motor dan nerima duit seribu perak dari saya sambil bilang "terimakasih" dengan ekspresi kayak anak-anak baru dapat angpao lebaran, tak ada sedikitpun ekspresi lelah di tengah terik matahari jam dua belas siang tadi. Sesaat sebelum pergi saya memandanginya telah berteduh, adeknya ganteng ☺ tak kelihatan seperti orang susah, tampak seperti anak orang kaya yang terawat, dari postur tubuhnya mungkin dia kelas 4 atau 5 SD. Duh dek.. Dulu saya seusiamu kerjaan saya nongkrong depan tv dari jam 8 sampe jam 12 siang ngabisin kartun hari minggu, kamu masih kecil sudah harus bekerja..

Labuan Bajo Story - Awal Petualangan

Malam itu, saya meninggalkan Mamuju di tengah hujan gerimis.. Saya masih tak percaya, benar-benar nekat melangkahkan kaki, bertualang sendirian menuju tempat yang belum pernah saya kunjungi sama sekali. Restu orang tua memang saya pegang, tapi pasti itu dibarengi dengan khawatirnya mereka tanpa saya tahu. Mereka mungkin terkaget-kaget saat anak gadisnya minta izin ingin ke Labuan Bajo, nun jauh di NTT sana.. Kalau saya jadi mereka, mungkin saya akan curiga, nih anak pasti gak pergi sendirian, jangan-jangan dia diajak sama sesosok lelaki jahadd 😂😂 Bersambung..

Cinta

Tak pernah muncul sebagai viewer story bukan berarti aku tak peduli.. Kau tahu, namamu ada di dalam cerita malam ku bersama Tuhan.. Kami bercerita tentangmu, menaruh harap pada apa yang baik untukmu.. Aku mencintaimu seperti itu.. Aku ingin mencintaimu dengan selayaknya Tuhan mau.. Jika Tuhan menaruh rasa ini masih ada dalam hatiku, maka aku akan menjalaninya Jika suatu saat rasa ini benar-benar dihapus oleh Tuhan, maka aku harus menerima..

Tuhan Sayang..

Tadi malam, saya berdiri beberapa jam di pinggir jalan, berkali-kali berbicara dengan orang di seberang sana menggunakan ponsel di tanganku, saat itu saya kesal, bus yang akan kutumpangi menuju Mamuju terlambat,  karena mogok, berkali-kali kutelpon supirnya dengan nada agak keras, dari seberang sana beliau hanya menjawab dengan nada sabar, tidak emosi sama sekali, berbeda denganku, "sabar ya bu, ini agak lama, nunggu bus pengganti datang, mau bagaimana lagi, kita juga sebenarnya tidak mau begini".. Saya, saat itu, tidak bisa sabar, saya kesal, malam semakin larut, debu banyak beterbangan, saya sendirian dan besok mesti masuk kantor.. Emosi masih meradang dalam diri saya. Terbukti dari bergetarnya suara saya saat bicara dengan mama di telpon. Pengen nangis rasanya. Singkat cerita, bus datang, lebih kurang sejam, sama seperti yang dikatakan pak supir, dia mengatakan semua apa adanya. Oh saya kagum pada pak supir ini, telpon terakhir saya dengannya, dia mengatakan bukan dia ya...

Hujan

Aku mulai berpikir.. Apakah badai sudah berlalu dan langit sudah biru kembali? Ah.. Aku merindukan hujan, merindukan hentakannya jatuh di atas atap, merindukan kesenduan di baliknya.. Hujan, hujan yang kurindu, apa kabarmu?