Dulu, aku bahkan tidak selera melakukan hal-hal yang dulunya kusukai, aku tidak selera menonton drama korea, aku tidak selera menghabiskan novel yang kubeli, aku tidak selera menonton televisi, yang kuselerakan hanyalah menunggu chat darimu, ah benar-benar budak cinta. Belum kutahu saat itu bahwa itu toxic, duniaku hanya tentangmu, hampir tiap hari aku mengeluarkan air mata hanya karena ekspektasiku terhadapmu tidak sesuai perlakuanmu padaku, benar-benar toxic.
Hari ini, semua dalam keadaan 180 derajat berbeda, aku bersemangat bekerja di kantor lagi, aku pulang kantor dengan perasaan gembira demi melakukan hal-hal yang kusuka, menonton drama korea, membaca novel yang baru saja kubeli, ah.. indahnya kehidupan seperti ini, kehidupan tanpa terpaut hanya pada satu objek, tanpa harus jadi budak cinta.
Kuharap, suatu hari, jika aku kembali mencintai seseorang, aku tidak akan menaruh ekspektasi apapun lagi padanya, darimu, aku belajar, manusia itu tidak ada yang sempurna, sebaik apapun, seperfect apapun kita, kita belum tentu bisa memenuhi ekspektasi orang lain terhadap kita. Pengharapan sejati hanya pada Tuhan 😇
Aku tidak pernah membencimu, sekalipun tidak, dulu maupun sekarang, dulu kau adalah pusat yang begitu kucintai, sekarang kau adalah kenangan berharga yang sudah memberiku pelajaran yang juga sangat berharga. Kuharap rasa bahagia dan kelegaan di hatiku saat ini, adalah apa yang kau rasakan juga saat ini, meskipun kita ada pada jalan hidupn yang berbeda.
Kau masih tetaplah nama yang kudoakan untuk kebaikanmu dalam bait-bait doaku, bukan, bukan karena aku masih mengharapkanmu, tapi karna kau adalah seseorang yang membawaku lebih baik sampai hari ini, meskipun kau mungkin tak pernah sadar, mendoakan kebaikanmu rasanya hal yang wajib kulakukan, rasanya sangat pantas meminta kebaikan bagimu pada Tuhan. Aku menunggu saat aku bisa berterimakasih padamu atas semua yang telah terjadi, jika saja Tuhan mengijinkan hal itu terjadi suatu hari nanti. 😊
Komentar
Posting Komentar