Langsung ke konten utama

Doaku

Dulu, aku bahkan tidak selera melakukan hal-hal yang dulunya kusukai, aku tidak selera menonton drama korea, aku tidak selera menghabiskan novel yang kubeli, aku tidak selera menonton televisi, yang kuselerakan hanyalah menunggu chat darimu, ah benar-benar budak cinta. Belum kutahu saat itu bahwa itu toxic, duniaku hanya tentangmu, hampir tiap hari aku mengeluarkan air mata hanya karena ekspektasiku terhadapmu tidak sesuai perlakuanmu padaku, benar-benar toxic. 
Hari ini, semua dalam keadaan 180 derajat berbeda, aku bersemangat bekerja di kantor lagi, aku pulang kantor dengan perasaan gembira demi melakukan hal-hal yang kusuka, menonton drama korea, membaca novel yang baru saja kubeli, ah.. indahnya kehidupan seperti ini, kehidupan tanpa terpaut hanya pada satu objek, tanpa harus jadi budak cinta. 
Kuharap, suatu hari, jika aku kembali mencintai seseorang, aku tidak akan menaruh ekspektasi apapun lagi padanya, darimu, aku belajar, manusia itu tidak ada yang sempurna, sebaik apapun, seperfect apapun kita, kita belum tentu bisa memenuhi ekspektasi orang lain terhadap kita. Pengharapan sejati hanya pada Tuhan 😇
Aku tidak pernah membencimu, sekalipun tidak, dulu maupun sekarang, dulu kau adalah pusat yang begitu kucintai, sekarang kau adalah kenangan berharga yang sudah memberiku pelajaran yang juga sangat berharga. Kuharap rasa bahagia dan kelegaan di hatiku saat ini, adalah apa yang kau rasakan juga saat ini, meskipun kita ada pada jalan hidupn yang berbeda. 
Kau masih tetaplah nama yang kudoakan untuk kebaikanmu dalam bait-bait doaku, bukan, bukan karena aku masih mengharapkanmu, tapi karna kau adalah seseorang yang membawaku lebih baik sampai hari ini, meskipun kau mungkin tak pernah sadar, mendoakan kebaikanmu rasanya hal yang wajib kulakukan, rasanya sangat pantas meminta kebaikan bagimu pada Tuhan. Aku menunggu saat aku bisa berterimakasih padamu atas semua yang telah terjadi, jika saja Tuhan mengijinkan hal itu terjadi suatu hari nanti. 😊

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cimory

Mendengar nama Cimory, yang pertama terlintas di pikiran sebagian besar orang mungkin (bisa ya bisa nggak) adalah minuman di bawah ini : Sumber : cimory.com Ya, minuman di atas banyak bertebaran di Alfamart, Indomaret, Alfamidi dan sejenisnya. Pertama kali lihat minuman di atas saya mikirnya itu produk Jepang, emang dasar saya orangya cuek sama tulisan-tulisan di kemasan yang saya beli saya pun berpikiran begitu selama beberapa lama sampai ada teman saya yang bilang kalo itu produk asli Indonesia, ya ialah dari logo Cimory yang warnanya merah putih aja harusnya saya mikir, eh tapi bendera Jepang juga warnanya merah putih sih :3 Cimory ini ternyata merupakan akronim dari Cisarua Mountain Dairy, hahaha namanya ternyata Bogor banget, cuman dibikin bahasa Inggris biar keren dan menjual kali ya. Ya kali kalo di Indonesia-in namanya jadi Persuguci a.k.a Perusahaan Susu Gunung Cisarua, wkwkwk. Ternyata, produk yang ada di foto di atas itu cuma seiprit aja produk mereka, kalo kita ngunj...

Adek Kecil

Adek kecil, tukang parkir di depan ATM.. Dia mengangkat kardus yg dipakainya buat nutupin jok motor dan nerima duit seribu perak dari saya sambil bilang "terimakasih" dengan ekspresi kayak anak-anak baru dapat angpao lebaran, tak ada sedikitpun ekspresi lelah di tengah terik matahari jam dua belas siang tadi. Sesaat sebelum pergi saya memandanginya telah berteduh, adeknya ganteng ☺ tak kelihatan seperti orang susah, tampak seperti anak orang kaya yang terawat, dari postur tubuhnya mungkin dia kelas 4 atau 5 SD. Duh dek.. Dulu saya seusiamu kerjaan saya nongkrong depan tv dari jam 8 sampe jam 12 siang ngabisin kartun hari minggu, kamu masih kecil sudah harus bekerja..

Cowok Kaya

Dulu, waktu masih kecil, kalau lewat depan rumah mewah itu, kadang-kadang muncul khayalan Cinderella. Seorang cowok menghuni rumah itu, dia kemudian jatuh cinta pada saya dan melamar saya, kami menikah dan bahagia, orang tuanya baik, pengertian. Si cowok perhatian, dan ah banyaklah khayalan-khayalan ala sinetron yang dibuat-buah sekehendak hati, seakan keluarga seperti itu memang ada.  Tadi, saya lewat depan sebuah rumah mewah, cantik, mengagumkan bentuknya, tapi entah mengapa perasaan saya hambar melihatnya, pagar yang menjulang tinggi, seakan saya bisa merasakan kemewahan yang ada di dalamnya mungkin sebenarnya adalah penjara bagi penghuninya, penjara pikiran, penjara ketakutan akan kehilangan semua itu.  Ah, sekarang saat sudah dewasa saya juga menginginkan cowok kaya, kaya pikiran, pikirannya luas. 😊😊