Langsung ke konten utama

Tangan Dinginku

Adalah seorang gadis, 'Puncak' namanya, dan seorang pendaki, sebut saja ia 'Angin'.
Puncak pernah mengagumi Angin, menginginkan sosok Angin ada bersamanya, "ah, akan bahagia hidupku jika bersama Angin", hari-harinya lalu terisi dengan khayalan hubungan yang romantis dengan Angin, berharap Angin akan datang dengan gagah berani menantang alam dan mendaki seperti seorang kesatria hingga puncaknya. 
Puncak memberanikan diri mendekati Angin, dan gayung bersambut, Angin merespon tepat seperti khayalan Puncak. Angin berhasil mendapatkan Puncak. Tapi, sesuatu kemudia berkecamuk di dalam diri Puncak, ia ternyata tak pernah mencintai Angin, sang Puncak yang bimbang kemudian menjauhi Angin. Angin tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi, ia terus saja bertanya meminta penjelasan, tapi Puncak tak merespon, hatinya beku, tak ada rasa untuk tinggal dengan Angin. Puncak sadar, kini ia telah melukai Angin. Singkah cerita semua berakhir, Angin melepaskan Puncak dengan menanam harapan dalam hatinya, suatu hari Puncak akan kembali. Tapi tak pernah sedikitpun perasaan Puncak muncul kembali untuk Angin, memang mungkin tak pernah ada cinta untuk Angin. 
Suatu hari kau menelpon temanku dan berkata aku memutuskanmu karena ada orang lain, kau samasekali salah, tak pernah ada orang lain. Alasan sebenarnya adalah: aku sadar hatiku tidak menginginkanmu, batinku tersiksa saat harus berpura-pura mencintaimu, kau sudah begitu antusias dan aku ingin melarikan diri, sungguh sebuah hubungan yang sakit, aku dengan tega mengakhiri semuanya karena tidak ingin kau tersakiti lebih dalam. Pernah terpikir olehku mempertahankannya, 'cinta akan tumbuh seiring waktu' pikirku, tapi hatiku lebih hebat memberontak, makan dengan segala resiko kuputuskan mengakhirinya, agar tanganmu tidak lagi menggenggam tanganku yang dingin, agar tanganmu kelak menemukan tangan yang hangat, yang memang ingin jika kau genggam. 
Dan waktu membuktikan segalanya, kau akhirnya mendapatkan penggantiku bahkan sebelum aku sempat terpikir mencintai orang lain lagi. Boleh saja kau menganggap aku mengakhiri semuanya karna telah berkhianat dengan orang lain, biarlah kau berpikir seperti itu, tak apa bagiku, aku juga tak berminat membersihkan namaku, melihatmu bahagia aku turut bahagia. Dan memang benar, setelah lama waktu berlalu, kau pernah melakukan usaha kembali, lalu kau pun akhirnya bersama dengan jodohmu kini, tak pernah terbersit sedikitpun rasa riak riak cinta untukmu, aku merasa, keputusanku dulu sangatlah tepat, melepaskan tangan dinginku agar kau digengggam oleh tangan yang benar-benar hangat. 

Di sini, setelah 2 tahun

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cimory

Mendengar nama Cimory, yang pertama terlintas di pikiran sebagian besar orang mungkin (bisa ya bisa nggak) adalah minuman di bawah ini : Sumber : cimory.com Ya, minuman di atas banyak bertebaran di Alfamart, Indomaret, Alfamidi dan sejenisnya. Pertama kali lihat minuman di atas saya mikirnya itu produk Jepang, emang dasar saya orangya cuek sama tulisan-tulisan di kemasan yang saya beli saya pun berpikiran begitu selama beberapa lama sampai ada teman saya yang bilang kalo itu produk asli Indonesia, ya ialah dari logo Cimory yang warnanya merah putih aja harusnya saya mikir, eh tapi bendera Jepang juga warnanya merah putih sih :3 Cimory ini ternyata merupakan akronim dari Cisarua Mountain Dairy, hahaha namanya ternyata Bogor banget, cuman dibikin bahasa Inggris biar keren dan menjual kali ya. Ya kali kalo di Indonesia-in namanya jadi Persuguci a.k.a Perusahaan Susu Gunung Cisarua, wkwkwk. Ternyata, produk yang ada di foto di atas itu cuma seiprit aja produk mereka, kalo kita ngunj...

Adek Kecil

Adek kecil, tukang parkir di depan ATM.. Dia mengangkat kardus yg dipakainya buat nutupin jok motor dan nerima duit seribu perak dari saya sambil bilang "terimakasih" dengan ekspresi kayak anak-anak baru dapat angpao lebaran, tak ada sedikitpun ekspresi lelah di tengah terik matahari jam dua belas siang tadi. Sesaat sebelum pergi saya memandanginya telah berteduh, adeknya ganteng ☺ tak kelihatan seperti orang susah, tampak seperti anak orang kaya yang terawat, dari postur tubuhnya mungkin dia kelas 4 atau 5 SD. Duh dek.. Dulu saya seusiamu kerjaan saya nongkrong depan tv dari jam 8 sampe jam 12 siang ngabisin kartun hari minggu, kamu masih kecil sudah harus bekerja..

Cowok Kaya

Dulu, waktu masih kecil, kalau lewat depan rumah mewah itu, kadang-kadang muncul khayalan Cinderella. Seorang cowok menghuni rumah itu, dia kemudian jatuh cinta pada saya dan melamar saya, kami menikah dan bahagia, orang tuanya baik, pengertian. Si cowok perhatian, dan ah banyaklah khayalan-khayalan ala sinetron yang dibuat-buah sekehendak hati, seakan keluarga seperti itu memang ada.  Tadi, saya lewat depan sebuah rumah mewah, cantik, mengagumkan bentuknya, tapi entah mengapa perasaan saya hambar melihatnya, pagar yang menjulang tinggi, seakan saya bisa merasakan kemewahan yang ada di dalamnya mungkin sebenarnya adalah penjara bagi penghuninya, penjara pikiran, penjara ketakutan akan kehilangan semua itu.  Ah, sekarang saat sudah dewasa saya juga menginginkan cowok kaya, kaya pikiran, pikirannya luas. 😊😊