Langsung ke konten utama

Karena Begitu Besar Kasih Allah

Hari ini saya ingin membagikan sesuatu yang sangat berharga yang saya dapatkan dari Firman Tuhan. Saat saya membaca Yohanes 3 : 1 - 21, tentang percakapan Tuhan Yesus dengan seorang Farisi bernama Nikodemus. Akhir-akhir ini saya memang terus terusik dengan satu kata ini "percaya", ya saya selalu berkata saya ingin percaya kepada Tuhan dalam setiap doa-doa saya, tapi kemudian saat saya berhadapan langsung dengan kehidupan di luar sana, maka saya lebih sering mengandalkan kekuatan sendiri, saya masih kurang percaya, saya terkadang ragu apakah Tuhan benar-benar bisa menyelesaikan ini dan itu bagi saya.

Sebagai orang Kristen, mau yang rajin baca Alkitab maupun yang baca Alkitab sekali seminggu pasti akrab sama ayat ini :

"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal"
-Yohanes 3:16-"
Dulu, saya tahu ayat ini,sekedar tahu, tahu dan hapal ayatnya ada di kitab mana, yaitu di Injil Yohanes, rasanya belum sah jadi orang Kristen kalau tak tahu ayat ini, sudah seperti ayat hapalan setiap orang Kristen di luar kepala haha, eh kalo di luar kepala berarti gak tau dong ya. Dulu, saya hanya tahu ayat ini satu ayat saja, saya tak tahu konstruksi pembacaannya seperti apa, hari ini saya baru benar-benar menghayati dan mempelajari bahwa ayat ini diucapkan oleh Tuhan Yesus saat Ia bercakap dengan seorang Farisi bernama Nikodemus. 
Entah kenapa saya tersentil saat sampai pada pembacaan ini, apalagi ketika melanjutkan sampai ke bawah, ternyata ada ayat yang tak kalah indahnya yang mengikuti Yohanes 3 : 16

"Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia"
-Yohanes 3 :17-

"Dia" yang dimaksud adalah Yesus Kristus, Anak Tunggal Allah, yang oleh kasih karunia Allah yang begitu besaaaar buat kita sehingga Ia mengutus Anak-Nya? buat apa? buat menyelamatkan kita-kita yang berdosa ini, daan sebelumnya kita harus paham ya, bahwa kita semua adalah orang berdosa, gak ada manusia satupun di dunia ini yang gak berdosa, justru kita menipu diri sendiri kalau kita merasa kita tidak berdosa 

"Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita"
-1 Yohanes 1 : 8-
Karena dosa-dosa kita, dan karena Allah mengasihi kita sedemikian besarnya, maka Ia mengutus bagi kita Anak-Nya, yaitu Juruselamat yang akan menebus dosa-dosa kita.  Lalu gimana caranya dosa-dosa kita ditebus? apakah dengan Tuhan Yesus datang maka kita pasti semuanya ditebus, "pokoknya semua yang udah ngelakuin dosa, sekarang juga dosanya diputihkan" begitu kah? 
Coba kita liat program 'pemutihan pajak kendaraan' dengan tujuan buat bikin orang-orang yang gak pernah bayar pajak kendaraan nih buat bayar pajaknya, caranya dendanya dihapuskan, pemerintah baek gak tuh? nah gimana caranya biar orang-orang itu bisa dapat pemutihan 'denda' pajak? ya mereka mesti datengin kantor Samsat trus ambil antrian, ngantri, nunggu dipanggil trus diurus sesuai birokrasi, mereka gak perlu bayar apa-apa? ooh tentu tidak, mereka masih tetep mesti bayar nilai pajaknya, yang diputihkan cuma dendanya.
Kalau Allah?
Allah jauuuuuhh lebih mengasihi daripada program pemutihan pajak pemerintah, Dia mengutus Anak-Nya yang dikasihi-Nya, Anak-Nya langsung loh ini, kenapa bukan utusan aja, Malaikat kek. Kalau pemerintah masih nyuruh tetep bayar pajaknya, cuma dendanya aja yang diputihkan, kalo Allah, Dia memutihkan kita seluruhnya, apapun dosa kita. Kita gak disuruh bayar apa-apa lagi. Apa yang mesti kita lakukan? datang pada-Nya dan percaya
sekali lagi percaya
sekali lagi ini percaya
P E R C A Y A
kenapa saya kek ngotot banget nulis kata 'percaya', karena saya juga sedang dalam proses belajar, belajar untuk percaya yang benar-benar percaya, saya sadar bahwa saya manusia lemah yang kadang dengan mudahnya lupa dan kemudian percaya saya jadi luntur. 

mari kita bener-bener hayati ayat ini :

"Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah"
-Yohanes 3 : 18-
lalu mari kita kembali ke ayat yang ke 15 :

"supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal"
Saat kita sudah percaya ada kabar baik bahwa kita tidak akan dihukum, siapa yang suka dihukum? gak ada kan? selain gak dihukum apa lagi yang didapat oleh orang percaya? yeps, kehidupan yang kekal bersama Bapa di Sorga. Indah? indah bagi kita yang menantikan-Nya dengan percaya. 

Lalu bagaimana dengan orang-orang yang kemudian memilih untuk tak percaya? Yohanes 3:18 sudah mengatakan bahwa mereka telah berada di bawah hukuman.
Apa hukumannya? 
Lazimnya di dunia ini hukuman itu cuma terdiri dari satu dua kata ya, kayak hukuman push up, hukuman penjara, hukuman bersihin WC, hukuman gantung, tapi Tuhan malah gak mempersimpel hukumannya jadi satu dua kata loh, tapi jadi dua ayat, sekali lagi dua ayat. 

" Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan daripada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat. Sebab barangsiapa berbuat jahat membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak"
Yohanes 3 : 19-20
Tuhan gak langsung bilang, "kalo kamu gak percaya, maka kamu masuk neraka", di sini kita bisa lihat lagi kasih-Nya yang begitu besar sama kita. Tuhan malah bilang hukuman bagi orang yang tak percaya adalah: Terang datang ke dalam dunia, tapi manusia gak mau datang kepada terang itu, mereka lebih suka hidup dalam kegelapan" Jadi Tuhan itu datang ke dalam dunia, bukan bawa mobil satpol PP trus mau bawa orang-orang yang gak mau percaya sama Dia langung ke neraka , enggak, justru dengan kasih-Nya, karena Dia gak mau kita binasa Dia  mengutus Anak-Nya yang adalah Terang, tapi kemudian manusia sendiri yang tak mau hidup dalam terang itu, sehingga manusia sebenarnya menciptakan sendiri hukuman bagi mereka, dengan hidup dalam kegelapan oleh kejahatan-kejahatan mereka dan akan membawa mereka ke dalam kebinasaan.

"Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkan-Nya oleh Dia"
Yohanes 3:17

Jadi,  mari kita datang kepada Terang itu. 

"tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah"
Yohanes 3:21
Saya langsung nyeletuk 'wow amazing banget ya Tuhan' ketika membaca ulang ayat 16-21, saya bahkan membaca berulang-ulang ayat 19-20 yang tentang hukuman itu, Tuhan emang baiiiik banget, saking gak maunya kita binasa, Dia mengatakan bahwa hukumannya adalah Aku memberikan Terang tapi manusia lebih suka gelap, artinya meskipun manusia tidak percaya, tapi Tuhan masih membuka kesempatan, ini loooh Terang, ayo ke sini. Maka mari kita menghayati kasih Allah kepada kita, mari kita bersungguh-sunggu datang kepada-Nya, datang kepada terang-Nya  supaya menjadi nyata perbuatan kita yang dilakukan dalam Allah. 

Setelah merenungkan ini, saya tadi kemudian membuka pintu kamar, daaan saya langsung disambut pemandangan bulan yang bersinar begitu indah, terang. Woow, amazing banget Tuhan-ku, baru juga sebentar Dia udah ngasi liat bahwa bulan bersinar aja begitu indah, apalagi Terang yang dari Dia, pasti berkali-kali lipat jauuuuh lebih indah daripada bulan malam ini. 

Mamuju, 17 Februari 2019

Komentar

  1. Yohanes 3 : 16 dalam terjemahan bahasa Ibrani 👇
    " כי כה אהב אלהים את העולם עד כי נתן את בנו יחידות למען לא יאבד כל המאמין בו אליו ינחל חיי עולם "

    Cara membacanya 👉 : " ki ko ahav Elohim et haolam as ki natan et Bno Yechido lema'an lo yovad lol hama'amin bo ela yinchal chayei olam.
    Tuhan memberkati. 🕎✡🐟✝🕊🇮🇱

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cimory

Mendengar nama Cimory, yang pertama terlintas di pikiran sebagian besar orang mungkin (bisa ya bisa nggak) adalah minuman di bawah ini : Sumber : cimory.com Ya, minuman di atas banyak bertebaran di Alfamart, Indomaret, Alfamidi dan sejenisnya. Pertama kali lihat minuman di atas saya mikirnya itu produk Jepang, emang dasar saya orangya cuek sama tulisan-tulisan di kemasan yang saya beli saya pun berpikiran begitu selama beberapa lama sampai ada teman saya yang bilang kalo itu produk asli Indonesia, ya ialah dari logo Cimory yang warnanya merah putih aja harusnya saya mikir, eh tapi bendera Jepang juga warnanya merah putih sih :3 Cimory ini ternyata merupakan akronim dari Cisarua Mountain Dairy, hahaha namanya ternyata Bogor banget, cuman dibikin bahasa Inggris biar keren dan menjual kali ya. Ya kali kalo di Indonesia-in namanya jadi Persuguci a.k.a Perusahaan Susu Gunung Cisarua, wkwkwk. Ternyata, produk yang ada di foto di atas itu cuma seiprit aja produk mereka, kalo kita ngunj...

Adek Kecil

Adek kecil, tukang parkir di depan ATM.. Dia mengangkat kardus yg dipakainya buat nutupin jok motor dan nerima duit seribu perak dari saya sambil bilang "terimakasih" dengan ekspresi kayak anak-anak baru dapat angpao lebaran, tak ada sedikitpun ekspresi lelah di tengah terik matahari jam dua belas siang tadi. Sesaat sebelum pergi saya memandanginya telah berteduh, adeknya ganteng ☺ tak kelihatan seperti orang susah, tampak seperti anak orang kaya yang terawat, dari postur tubuhnya mungkin dia kelas 4 atau 5 SD. Duh dek.. Dulu saya seusiamu kerjaan saya nongkrong depan tv dari jam 8 sampe jam 12 siang ngabisin kartun hari minggu, kamu masih kecil sudah harus bekerja..

Cowok Kaya

Dulu, waktu masih kecil, kalau lewat depan rumah mewah itu, kadang-kadang muncul khayalan Cinderella. Seorang cowok menghuni rumah itu, dia kemudian jatuh cinta pada saya dan melamar saya, kami menikah dan bahagia, orang tuanya baik, pengertian. Si cowok perhatian, dan ah banyaklah khayalan-khayalan ala sinetron yang dibuat-buah sekehendak hati, seakan keluarga seperti itu memang ada.  Tadi, saya lewat depan sebuah rumah mewah, cantik, mengagumkan bentuknya, tapi entah mengapa perasaan saya hambar melihatnya, pagar yang menjulang tinggi, seakan saya bisa merasakan kemewahan yang ada di dalamnya mungkin sebenarnya adalah penjara bagi penghuninya, penjara pikiran, penjara ketakutan akan kehilangan semua itu.  Ah, sekarang saat sudah dewasa saya juga menginginkan cowok kaya, kaya pikiran, pikirannya luas. 😊😊