Langsung ke konten utama

Postingan

Bahagia Dulu

Kau masih terlalu takut untuk disakiti, benar kan?  Alih-alih berjuang setelah gagal pada percobaan pertama, kau malah sudah memasang strategi bertahan total saat aku belum menendang pun, haha.. Aku tertawa dalam hatiku, kau sudah berani memulai pertandingan bahkan sebelum kau belum benar-benar pulih, lalu kau terlalu takut untuk kecewa lagi, kawan, kusarankan padamu untuk pulih dulu, berdiamlah, tenangkan dirimu, bahagiakan dulu dirimu sendiri, kebahagiaan tidak akan pernah kita dapatkan dari orang lain, tidak ada manusia sempurna, suatu saat kelak mereka pasti akan pernah membuat kita kecewa. 
Gue hidup di dunia di mana kalau chat dengan orang, even itu hanya ngomongin kerjaan, jadi gosip. Nonton sama temen cowo, jadi gosip. Makan bareng temen cowo, jadi topik hangat.  Diem aja gak ketemu atau cerita apa-apa dengan orang-orang eh tiba-tiba ada gosip yg lebih hot, sampe bikin tercengang2, hah gue aja gak tau ada cerita seperti itu dalam hidup gue, kok mereka bisa tau ya? Banyak juga orang-orang kek gini, kamu tuh kenapa sih, gak mau sama Si Bambang, Si Pedrosa, Si Messi, padahal dia itu baik loh, rajin menabung loh, sebelum tidur cuci kaki, gosok gigi, minum susu loh, kamu tuh kok pilih-pilih banget sih. Mbak mas, ini hati ya, bukan mau beli hp yang kalau gue bosan tinggal ganti yg baru. Hati orang lain itu juga gak terbuat dari baja tahan banting yang hanya karna mereka bagus di mata kalian jadi gue mesti nerima dia meskipun gue gak ada perasaan, hati orang juga mesti dijaga.  Ada juga yang tukang judge, cewek kalo pinter, kalo mapan susah ya dapat pendamping hidup,...

Tangan Dinginku

Adalah seorang gadis, 'Puncak' namanya, dan seorang pendaki, sebut saja ia 'Angin'. Puncak pernah mengagumi Angin, menginginkan sosok Angin ada bersamanya, "ah, akan bahagia hidupku jika bersama Angin", hari-harinya lalu terisi dengan khayalan hubungan yang romantis dengan Angin, berharap Angin akan datang dengan gagah berani menantang alam dan mendaki seperti seorang kesatria hingga puncaknya.  Puncak memberanikan diri mendekati Angin, dan gayung bersambut, Angin merespon tepat seperti khayalan Puncak. Angin berhasil mendapatkan Puncak. Tapi, sesuatu kemudia berkecamuk di dalam diri Puncak, ia ternyata tak pernah mencintai Angin, sang Puncak yang bimbang kemudian menjauhi Angin. Angin tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi, ia terus saja bertanya meminta penjelasan, tapi Puncak tak merespon, hatinya beku, tak ada rasa untuk tinggal dengan Angin. Puncak sadar, kini ia telah melukai Angin. Singkah cerita semua berakhir, Angin melepaskan Puncak dengan menanam ...

Pernah

Kadang, aku tak percaya bahwa waktu sudah membawa semuanya sampai pada titik ini, titik di mana sedih bukan lagi temanku sehari-hari, aku pun sudah bisa menertawakan masa lalu dan berkata "bego banget sih waktu itu" Ya, dulu aku takut, suatu saat aku tak bisa lagi menangis saat mengingat tentangmu, dengan kata lain aku takut kehilangan cintaku padamu yang sebelumnya duduk manis di hatiku. Tapi kini, waktu menggenggam tanganku dan membawaku lari, hingga akupun tak sadar sudah berlari jauh, dan kutanya hatiku, masihkah aku mencintaimu? Ah, perasaan memang akan hilang seiring waktu, aku pun tak kuasa melawannya, sekuat apapun aku ingin mempertahankan cinta padamu, sang waktu pun dengan sekuat tenaga membawaku pergi dari kenangan dan pikiran tentangmu..  Kuharap, kita pun akan bahagia dengan jalan kita masing-masing. Kubuat tulisan ini agar aku tak lupa pernah mencintaimu, Kak.. 

Tempat Itu (2)

Matahari terbit lagi hari ini, dan akan segera membenamkan dirinya, tapi kenaifan ku belum juga sirna ternyata. Kau tahu aku kembali lagi ke tempat itu sore ini, hei ini adalah pertama kalinya aku ke sana saat matahari masih bersinar, tempat itu ternyata juga indah di sore hari. Aku melihat ada hamparan pasir yang mungkin bisa ditempati untuk memanjakan kaki ini dengan pasir pantai, tapi aku terlalu malu untuk memarkirkan motorku sedangkan di sana ada beberapa orang yang juga sedang menikmati pemandangan yang indah.. Tempat itu.. Indah di malam hari, hari itu aku terkagum-kagum di dalam kepiluanku saat tahu ada tempat seperti itu di sini.. Ah andainya tempat itu tak menyisakan kenangan yang dalam, sudah tiap sore aku ke sana melepaskan penatku.. Aku takut, takut saat kujejakkan kakiku di tempat kita duduk dulu, aku tak dapat menahan sesuatu keluar dari mataku.. Tapi entah mengapa tempat itu begitu menarik perhatianku, terlalu sering muncul dalam pikiranku

Tempat Itu

Kamu tau gak sih, tempo hari seorang teman ngasi rekomendasi tempat enak buat menenangkan diri sama aku, "enak itu duduk sore-sore di tepi pantai, bawa minuman, dan denger musik pake earphone, di sana, soalnya tempatnya sunyi" dia pun ngejelasin tempatnya.. Seketika hatiku tertawa saat tahu tempatnya, ya aku setuju tempat itu indah dan aku setuju di sana adalah tempat paling pas untuk memandang ke lautan luas sambil menenangkan diri, tapi aku takut ke sana, tempat itu menyisakan kenangan yang begitu pilu.. Hari itu, semua beeakhir indah di sana, meskipun berakhir indah, tetap saja tak ada perpisahan yang tak menyisakan tangis. Malam tadi, entah apa yang menggerakkanku ke sana, memacu motorku sendirian membelah jalan yang sunyi, sangat sunyi bahkan, menuju tempat itu, di tengah jalan aku disiuli oleh anak muda yang duduk di pinggir jalan, membuatku bergidik ngeri, takut takut ada yang berniat buruk di jalan sunyi ini, sampai di sana, melihat tempat itu sekilas aku langsung pu...