Langsung ke konten utama

Our Times

Ada yang pernah menonton film Taiwan 'Our Times'?, saya gak sengaja menemukan film ini waktu lagi gabut and then I choose to type sembarang keyword di Youtube, entah gimana sejarahnya waktu itu muncullah soundtrack film Our Times ini. Saat mendengarkan dan melihat mvnya entah kenapa rasanya pengen nangis padahal gak ngerti artinya, dan sampai sekarang pun saya gak ngerti arti lagu tersebut, cuma seneng aja dengernya.
Film ini menjadi menarik ketika ternyata saya tahu kenyataan bahwa alur ceritanya tak tertebak, buat you you pada yg belum nonton, mending berhenti baca tulisan ini sampai di sini dan lanjutkan dengan nonton filmnya dulu, yang merasa filmnya jelek setelah nonton keseluruhan silahkan hubungi saya dan akan saya traktir makan mie goreng enak di warung Trisna.
Hsu Tai Yu, pemeran utama dalam film ini, adalah type cowok idaman wanita masa kini, of course me too, badboy tapi pintar, yeah believe me, type cowok seperti itu sebenarnya banyak bertebaran di kampus saya dulu, Sekolah Tinggi Ilmu Statistik, cuman sepertinya aura mereka terselimuti oleh aura rumus derivative dan integral berlipat-lipat njlimet ala kampus berlambang sigma. Kembali ke 'Hsu Tai Yu, sumpah awalnya saya berpikir jika alur cerita film ini adalah :
- Lin Cheng-hsin (tokoh utama cewek) suka sama Ouyang (tokoh kedua cowok)
- Ouyang suka Tao Min-Min (tokoh kedua cewek)
- Hsu Tai Yu suka Tao Min-Min
- Tao Min-min suka Ouyang,
buat memisahkan si tokoh kedua cowok dan cewek, Tai-yu dan Cheng-hsin bekerja sama, tapi akhirnya mereka yang malah jatuh cinta, and then happy ending ever after.. hulalala, kayak cerita-cerita ftv gitu dah.
But wait, saya salah besar, ternyata tak semudah itu menebak ceritanya, di akhir cerita akhirnya kita diberitahu bahwa sebenarnya Tai-yu menyukai Cheng-hsin dari awal, dia sangat pandai menutupinya, sampe gak ketahuan sampe di menjelang akhir film itu haha.. 
Tapi itu hanya sebuah film, lelaki seperti Tai-yu mungkin tak pernah ada di dunia ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cimory

Mendengar nama Cimory, yang pertama terlintas di pikiran sebagian besar orang mungkin (bisa ya bisa nggak) adalah minuman di bawah ini : Sumber : cimory.com Ya, minuman di atas banyak bertebaran di Alfamart, Indomaret, Alfamidi dan sejenisnya. Pertama kali lihat minuman di atas saya mikirnya itu produk Jepang, emang dasar saya orangya cuek sama tulisan-tulisan di kemasan yang saya beli saya pun berpikiran begitu selama beberapa lama sampai ada teman saya yang bilang kalo itu produk asli Indonesia, ya ialah dari logo Cimory yang warnanya merah putih aja harusnya saya mikir, eh tapi bendera Jepang juga warnanya merah putih sih :3 Cimory ini ternyata merupakan akronim dari Cisarua Mountain Dairy, hahaha namanya ternyata Bogor banget, cuman dibikin bahasa Inggris biar keren dan menjual kali ya. Ya kali kalo di Indonesia-in namanya jadi Persuguci a.k.a Perusahaan Susu Gunung Cisarua, wkwkwk. Ternyata, produk yang ada di foto di atas itu cuma seiprit aja produk mereka, kalo kita ngunj...

Adek Kecil

Adek kecil, tukang parkir di depan ATM.. Dia mengangkat kardus yg dipakainya buat nutupin jok motor dan nerima duit seribu perak dari saya sambil bilang "terimakasih" dengan ekspresi kayak anak-anak baru dapat angpao lebaran, tak ada sedikitpun ekspresi lelah di tengah terik matahari jam dua belas siang tadi. Sesaat sebelum pergi saya memandanginya telah berteduh, adeknya ganteng ☺ tak kelihatan seperti orang susah, tampak seperti anak orang kaya yang terawat, dari postur tubuhnya mungkin dia kelas 4 atau 5 SD. Duh dek.. Dulu saya seusiamu kerjaan saya nongkrong depan tv dari jam 8 sampe jam 12 siang ngabisin kartun hari minggu, kamu masih kecil sudah harus bekerja..

Cowok Kaya

Dulu, waktu masih kecil, kalau lewat depan rumah mewah itu, kadang-kadang muncul khayalan Cinderella. Seorang cowok menghuni rumah itu, dia kemudian jatuh cinta pada saya dan melamar saya, kami menikah dan bahagia, orang tuanya baik, pengertian. Si cowok perhatian, dan ah banyaklah khayalan-khayalan ala sinetron yang dibuat-buah sekehendak hati, seakan keluarga seperti itu memang ada.  Tadi, saya lewat depan sebuah rumah mewah, cantik, mengagumkan bentuknya, tapi entah mengapa perasaan saya hambar melihatnya, pagar yang menjulang tinggi, seakan saya bisa merasakan kemewahan yang ada di dalamnya mungkin sebenarnya adalah penjara bagi penghuninya, penjara pikiran, penjara ketakutan akan kehilangan semua itu.  Ah, sekarang saat sudah dewasa saya juga menginginkan cowok kaya, kaya pikiran, pikirannya luas. 😊😊