Langsung ke konten utama

Postingan

Tujuan

Jika kau mengendarai mobil kecil yang berjalan di belakanh sebuah truk besar. Maka, kau tak bisa memandang ke depan, kau hanya bisa melihat badan truk itu. Pun jika lalu lintas macet, truk di depan tak kunjung jalan, kau tak bisa tahu apa yang sedang terjadi di depan, semuanya terhalang oleh badan besar truk. Seperti itulah masa depan mungkin, jika semuanya seakan berhenti di tempat, sabarlah. Sabar saja menanti truk itu berjalan dan kita bisa melaju lagi menuju tujuan kita

Hari Ini

Jika boleh, aku ingin diam saja di sini Jika orang memandangku bodoh, aku memanglah sebodoh itu Bolehkah aku berbahagia di dalam pilihanku sendiri? Pilihan untuk tidak berusaha lari.. Sejujurnya, aku menikmati kepedihan di dalam hatiku Jika mereka memilih melampiaskan pada hal lain untuk melupakan Aku justru menikmatinya Menikmati menangis di dalam kepedihan Aku belajar dari pengalaman hidupku bahwa luka akan sembuh seiring waktu, itu pasti Bahwa perasaan akan pudar jika tak ada interaksi, itu hampir pasti.. Maka aku yang bodoh ini, bolehkah aku menari dalam kepedihanku selagi perasaan itu masih jelas dalam hatiku? Karena jika aku tak bisa lagi menangis saat mengingatmu, Jika aku hanya bisa menertawakan masa laluku saat mengingatmu, Maka hari itulah hari di mana aku sudah benar-benar kehilangan perasaanku padamu Sebelum hari itu benar-benar tiba aku memilih untuk menjadi manusia bodoh Menari di bawah hujan air mataku sendiri Menahan sesak sambil menutup wajahku dengan b...

Melangkah

Aku masih begitu ingat bagaimana gemetarnya kaki ini waktu itu, rasanya untuk berdiri pun aku tak sanggup, aku memohon pada-Nya untuk menguatkan ku, aku harus kembali mau tidak mau, selain urusanku pribadi, aku punya tanggung jawab yang harus kukerjakan.. Aku rasanya ingin menangis saja di perjalanan, aku terus memikirkan bagaimana aku sanggup untuk kembali beraktivitas, semua terasa begitu berat.. Setengah perjalanan, tiba-tiba aku merasakan sebuah perasaan lega, seperti tak ada lagi bebanku, aku bisa melangkah, aku tiba-tiba merasa siap kembali lagi ke sana. Meskipun setelah hari itu, aku terkadang masih jatuh, meringis, meratap, lalu bangkit lagi, begitu seterusnya hingga hari berganti setiap harinya.. Aku baru menyadari, hari ini. Aku sanggup menghadapinya, Aku sanggup berjalan dengan langkah ringan bahkan untuk menghadapi semua secara nyata Tuhan tidak seketika membuat aku mampu melakukan itu, saat ini saja aku masih takut, masih takut. Tapi ketakutan itu tidak sepertu dul...

Berdiam

Andai hidup tak punya normanya sendiri, sudah pastilah aku sekarang melakukan hal yang selalu berbisik-bisik di dalam pikiranku.. Tapi kemudian aku sadar, bahwa tak ada hal baik yang akan terjadi jika aku menuruti keinginannya Aku mau belajar, belajar untuk menerima bahwa apa yang aku inginkan tak selamanya baik untukku.. Aku mau belajar, belajar untuk tidak menyalahkanmu, karena sudah pastilah aku juga bersalah Aku mau belajar, bahwa pengalaman, meskipun menyakitkan, akan selalu mengajarkan hal berharga.. Aku selalu ingin berontak, ingin berteriak, ingin berkata pada Tuhan, Tuhan berikan saja yang aku inginkan, aku tak ingin apa-apa lagi, cukup hal ini Tuhan, Tapi kemudian aku sadar, manusia, ya manusia adalah makhluk yang mudah berjanji kemudian melupakan, yang juga selalu haus akan sesuatu yang lebih dan lebih lagi Hari ini aku berjanji bahwa aku tak meminta apa-apa lagi jika Tuhan berikan yang ini, tapi besok besar kemungkinan aku akan lupa dan meminta lagi yang lain. Maka ...

Rafting

Kemarin kami rafting di Sungai Elo, Magelang.. Cukup menguras tenaga buat kite yang jarang olah raga ini, abis rafting pegeeel seluruh badan😌😌 Rafting, kadang airnya tenang, kadang ada riak.. Tapi justru saat airnya tenang malah kita harus mendayung lebih ekstra, karena perahu jalannya lambat kalau gak didayung. Tapi saat airnya beriak, kita gak perlu mendayung, kadang menakutkan memang, tapi cukup diam, tenang, tidak banyak gaya, tidak mendayung, perahunya akan bergerak sendiri oleh riak itu, semakin besar riak semakin cepat perahu berjalan.. Kayak gitu juga hidup ini mungkin, Saat semuanya tenang tanpa masalah, justru di situ kita harus mendayung lebih ekstra agat perahu jalan dan kita tidak di tempat itu itu terus, bahkan bisa tenggelam, air tenang tandanya dia dalam.. Kalau ada riak atau masalah, cukup tenang, hadapi, gak perlu banyak mengeluh, gak perlu banyak gerakan tambahan, justru saat riak semakin besar, maka sebenarnya perahu sedang berjalan lebih...

Yogya

Lampu-lampu indah kota menyambut kami yang akan segera mendarat di kota cinta, Yogya.. Ah, saya senang menyebut kota ini kota cinta, saya selalu senang datang ke sini, kota yang penduduknya ramah dan lembut.. Saya mencoba mengabadikan keindahan Yogya dari udara di malam hari, seperti ribuan lampu yang menyala kerlap kerlip, tapi sayang, ternyata tangkapan kamera ponsel tak seindah pemandangan dari lensa mata kita, lalu saya memilih memandanginya saja sampai pesawat mencium tanah.. Supir-supir taksi menawarkan taksi dengan begitu ramah, plus senyum.. Ah pemandangan seperti ini jarang dijumpai di kota lain, kehidupan keras kadang membuat mereka sulit tersenyum.. Baru tiga kali saya ke Yogya, semua supir yang saya tumpangi semuanya ramah, bicara dengan sopan dan tahu menempatkan diri.. Ah semoga saya tak akan menemukan nila setitik di antara supir-supir taksi Yogya di masa depan.. Supir taksi semalam, dia mengajak ngobrol dengan sopannya, tidak nyerocos, tidak memaksa, karena saya se...

Nasi

Sepertinya ini adalah hari pertama dalam hidup saya gak makan nasi seharian.. Yeps, saya orang Indonesia tulen, ora bisa hidup tanpa nasi.. Pagi makan roti Siang makan bakso Malam makan popcorn.. Besok pagi saya kayaknya bakal diare nih.. Biasanya begitu kalo asupan nasi sedikit.. 😅😅