Langsung ke konten utama

Berdiam

Andai hidup tak punya normanya sendiri, sudah pastilah aku sekarang melakukan hal yang selalu berbisik-bisik di dalam pikiranku..
Tapi kemudian aku sadar, bahwa tak ada hal baik yang akan terjadi jika aku menuruti keinginannya
Aku mau belajar, belajar untuk menerima bahwa apa yang aku inginkan tak selamanya baik untukku..
Aku mau belajar, belajar untuk tidak menyalahkanmu, karena sudah pastilah aku juga bersalah
Aku mau belajar, bahwa pengalaman, meskipun menyakitkan, akan selalu mengajarkan hal berharga..
Aku selalu ingin berontak, ingin berteriak, ingin berkata pada Tuhan, Tuhan berikan saja yang aku inginkan, aku tak ingin apa-apa lagi, cukup hal ini Tuhan,
Tapi kemudian aku sadar, manusia, ya manusia adalah makhluk yang mudah berjanji kemudian melupakan, yang juga selalu haus akan sesuatu yang lebih dan lebih lagi
Hari ini aku berjanji bahwa aku tak meminta apa-apa lagi jika Tuhan berikan yang ini, tapi besok besar kemungkinan aku akan lupa dan meminta lagi yang lain.
Maka inilah aku sekarang, berjuang meredam keegoisanku, berjuang meredam suara-suara yang berteriak dalam diriku.
Aku melepaskan..
Melepaskan apa yang begitu kuinginkan dan memilih untuk berdiam..
Aku ingin berdiam, menanti ke mana Tuhan akan membawaku

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cimory

Mendengar nama Cimory, yang pertama terlintas di pikiran sebagian besar orang mungkin (bisa ya bisa nggak) adalah minuman di bawah ini : Sumber : cimory.com Ya, minuman di atas banyak bertebaran di Alfamart, Indomaret, Alfamidi dan sejenisnya. Pertama kali lihat minuman di atas saya mikirnya itu produk Jepang, emang dasar saya orangya cuek sama tulisan-tulisan di kemasan yang saya beli saya pun berpikiran begitu selama beberapa lama sampai ada teman saya yang bilang kalo itu produk asli Indonesia, ya ialah dari logo Cimory yang warnanya merah putih aja harusnya saya mikir, eh tapi bendera Jepang juga warnanya merah putih sih :3 Cimory ini ternyata merupakan akronim dari Cisarua Mountain Dairy, hahaha namanya ternyata Bogor banget, cuman dibikin bahasa Inggris biar keren dan menjual kali ya. Ya kali kalo di Indonesia-in namanya jadi Persuguci a.k.a Perusahaan Susu Gunung Cisarua, wkwkwk. Ternyata, produk yang ada di foto di atas itu cuma seiprit aja produk mereka, kalo kita ngunj...

Adek Kecil

Adek kecil, tukang parkir di depan ATM.. Dia mengangkat kardus yg dipakainya buat nutupin jok motor dan nerima duit seribu perak dari saya sambil bilang "terimakasih" dengan ekspresi kayak anak-anak baru dapat angpao lebaran, tak ada sedikitpun ekspresi lelah di tengah terik matahari jam dua belas siang tadi. Sesaat sebelum pergi saya memandanginya telah berteduh, adeknya ganteng ☺ tak kelihatan seperti orang susah, tampak seperti anak orang kaya yang terawat, dari postur tubuhnya mungkin dia kelas 4 atau 5 SD. Duh dek.. Dulu saya seusiamu kerjaan saya nongkrong depan tv dari jam 8 sampe jam 12 siang ngabisin kartun hari minggu, kamu masih kecil sudah harus bekerja..

Cowok Kaya

Dulu, waktu masih kecil, kalau lewat depan rumah mewah itu, kadang-kadang muncul khayalan Cinderella. Seorang cowok menghuni rumah itu, dia kemudian jatuh cinta pada saya dan melamar saya, kami menikah dan bahagia, orang tuanya baik, pengertian. Si cowok perhatian, dan ah banyaklah khayalan-khayalan ala sinetron yang dibuat-buah sekehendak hati, seakan keluarga seperti itu memang ada.  Tadi, saya lewat depan sebuah rumah mewah, cantik, mengagumkan bentuknya, tapi entah mengapa perasaan saya hambar melihatnya, pagar yang menjulang tinggi, seakan saya bisa merasakan kemewahan yang ada di dalamnya mungkin sebenarnya adalah penjara bagi penghuninya, penjara pikiran, penjara ketakutan akan kehilangan semua itu.  Ah, sekarang saat sudah dewasa saya juga menginginkan cowok kaya, kaya pikiran, pikirannya luas. 😊😊