Langsung ke konten utama

Postingan

Hujan..

Di luar hujan sedang turun dengan sangat deras Petir menyambar-nyambar Kilatan cahaya putihnya datang silih berganti Saya seperti sedang berada di dalam film horror.. Bersyukur sekali, Tuhan menyertai saya dari perjalanan pulang dari kantor tepat sebelum hujan deras ini turun.. Saya meninggalkan kantor sekitar pukul 6 sore, masih gerimis.. Belum sampai di kost, hujan turun dengan sangat derasnya di jalan, saya hampir tak bisa melihat jalanan, dan air hujan datang menusuk wajah dengan kejamnya, haha.. Saya belum menyadari hujan ini sangatlah deras sebelum sampai di kost, saat sampai di kost dan mendengar bunyi air yang menghantam atap, taulah saja, hujan yang menusuk-nusuk wajah saya tadi ternyata sungguh deras.. Sekarang, waktunya menarik selimut.. Dan tidur dalam pelukan hangat Tuhan.. Hari esok, memiliki kesusahannya sendiri 😊 Ah, aku suka sekali hujan..

Puncak

"Karena itu kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas bukan yang di bumi Kolose 3:1-2" Saya bukanlah cewek tangguh dengan fisik yang kuat. Tapi sekali saya diajak naik gunung, saya ingin lagi dan lagi mencobanya. Sayangnya, keterbatasan waktu dan teman membatasi keinginan saya. Dari naik gunung akan ada sejuta pejaran yang bisa kau bawa pulang. Saat kita naik gunung, akan ada banyak hal yang tabu untuk dilakukan, kenapa? Karena takut penghuni atau penunggu gunung itu marah. Misalnya tertawa berlebihan, apalagi menertawakan orang lain. Bisakah kita menerapkan analogi ini dalam perjalanan kita menuju puncak-Nya Tuhan? Analogi ya, bukan menganggap Tuhan sebagai penunggu gunung yang mistis. Bisakah kita menganggap tabu hal-hal duniawi yang tidak diperkenan Tuhan dan berfokus jalan menuju puncak Tuhan. Saat naik gunung kita dilarang membawa banyak barang, k...

Keep Going

Saya baru aja mengajukan pertanyaan bodoh pada Tuhan.. "Sampai kapan Tuhan?" Haha.. lalu saya merasa malu, Saya bahkan belum meneteskan keringat, lalu saya sudah bertanya sampai kapan? Tuhan menjawabnya.. "keep going" Ia membawa kita bertemu pada suatu hal, bukan tanpa maksud

Seimbang

Pernah suatu kali aku menuliskan di sini bahwa aku sungguh ingin melihat senyuman itu, bukan wajah dingin seperti dalam mimpiku.. Aku tak pernah sadar.. Tuhan ternyata sudah lama menjawab doaku itu.. Dia tersenyum Aku sangat jarang melihat senyum seperti itu, Senyum yang menatap langsung ke mata.. Orang-orang seperti itu sangat jarang kutemui Pernah ada satu di tempat kuliahku dulu Kau tahu.. Aku bahagia hanya karena senyuman itu Tapi sekarang aku tiba-tiba ingin menangis saat ibuku bilang jangan banyak mikir ya, nanti kamu kurus, Dengan matanya yang berkaca-kaca.. Hidup ini memang berjalan dengan segala keseimbangannya..

Tentang Meminta

Suatu kali saya pernah makan di warung nasi goreng pinggir jalan sewaktu saya masih kuliah. Tak lama kemudian datang seseorang membawa gitar, memakai topi, saat melihat wajahnya saya langsung mengenalinya sebagai kakak tingkat di kampus, saya tak menegurnya, karena saya hanya tau saja, dan dia pun mungkin tak mengenal saya. Kakak itu kemudian bernyanyi di depan kami, ya dia sedang mengamen. Satu lagu dinyanyikan dan lagunya bagus, suaranya bagus, bukan pengamen kaleng-kalenglah pokoknya haha.. Saya dan teman saya sama-sama memberi lima ribu rupiah karena kami menikmati lagu itu, biasanya kalo ada pengamen cuma ngasi dua ribu, itupun salah satu dari kami aja. Pas ngambil duitnya, kakaknya bilang "wah banyak banget, nambah satu lagu lagi ya, boleh request deh" Kamipun memilih lagu dan dinyanyikan lagi oleh kakaknya, mau minta lagu lagi tapi kami sadar, tak punya uang lagi haha . Pernah lagi suatu kali, ah bukan, berkali kali bahkan, saya naik angkot, lalu ada pengamen, ia...

Ingin Gak Baik-Baik Saja Tapi Kenyataannya Baik-Baik Saja

Ini kedua kalinya saya nulis di blog, judul duluan yang jadi.. Saya juga penasaran itu judulnya kepanjangan gak ya, tetep memenuhi kaidah penulisan judul yang baik gak ya? Ah tapi serah lah, org yg baca blog ini cuman saya seorang juga haha, protes netizen diri sendiri ke diri sendiri 😂😂 Seperti luka berdarah pada kulit, akan otomatis mengeluarkan benang-benang fibrin dalam proses penyembuhan luka itu. Itu otomatis, kulit gak bisa memilih, ah saya gak mau sembuh, tetep aja biarkan luka ini menganga, gak bisa, seiring waktu berjalan luka itu akan menutup, kering dan sembuh. Hal ini juga ternyata berlaku pada luka di hati.. Hati juga punya benang-benang fibrin ternyata, perlahan-lahan luka itu akan mengering dan tak menimbulkan perih seperti dulu lagi. Kau tak bisa memungkiri kenyataan bahwa kau sudah hampir pulih. Kau masih bisa menjalani hidup normal kembali, tak ada kerugian yang terjadi dari patah hati di dalam keseharianmu.. Kenyataannya.... Kau hidup b...