Jika cinta bisa memilih untuk jatuh pada orang yang tepat, mungkin tak akan ada yang namanya patah hati di dunia ini, lalu apakah juga tak akan ada tangisan? jika setiap hari semua orang berbahagia apakah juga dunia ini akan menjadi indah? apakah tidak akan terasa membosankan?
Dulu pesanmu yang datang selalu menjadi penyemangat hariku, tapi kini, pesanmu yang datang terkadang tanpa sengaja membuat air mata menetes tanpa bisa ditahan, ia dengan lancangnya keluar tak mengenal tempat, pengingat bahwa semua ini akan segera berakhir. Semua masih berjalan seperti dulu, seperti yang aku minta, haha.. aku terkadang menertawai diriku sendiri saat ini? tidakkah diri ini hanya mendapat sedikit belas kasihan dari pesan itu, adakah kau ikhlas melakukannya?
Aku seperti seorang yang telah dijatuhi hukuman mati tapi tak tahu di mana letak kesalahanku, mereka tak memberi tahu kapan hari aku akan dieksekusi, yang bisa kulakukan hanya mempersiapkan diri, terkadang sesekali berharap akan ada keajaiban yang datang dan aku bebas dari hukuman ini. Lalu aku pun mulai mendekatkan diri pada Tuhanku, tapi terkadang merasa bersalah, aku datang padanya ternyata bukan sepenuhnya karena aku merindukan-Nya, masih ada kau yang aku selipkan dalam percakapanku dengan-Nya, kau yang sepertinya belum lapang dadaku untuk melepaskanmu.
Apa mungkin Tuhan cemburu padamu? karena ternyata, kemarin aku mencintaimu dan memikirkanmu lebih dari-Nya
Komentar
Posting Komentar