Langsung ke konten utama

Beach Adventure

Tak banyak objek wisata yang  terkenal di Sulawesi Barat, saat menyebut nama Sulawesi Barat, bahkan ibukotanya yaitu Mamuju pun mungkin masih asing di telinga sebagian besar orang Indonesia. Bisa dikatakan belum ada objek wisata yang nge-hits yang menarik para traveller untuk menjadikan provinsi ke 33 pecahan Sul-sel ini sebagai target travelling. Meskipun demikian, provinsi yang  hanya terdiri dari 6 kabupaten ini juga menyimpan keindahan alam yang tak kalah indahnya dengan sebagian besar objek wisata lain di nusantara. Beberapa di antaranya ada di sepanjang pantai antara Kabupaten Polewali Mandar dan Kabupaten Majene. Jarak antara kedua kabupaten tersebut tergolong dekat, hanya sekitar 55 km antara kedua pusat kotanya, dalam perjalanan dari Polman ke Majene atau sebaliknya, terdapat beberapa pantai yang menyimpan keindahan alamnya masing-masing.

GONDA MANGROVE PARK

Jika memulai perjalanan dari kabupaten Polman, maka kita akan menjumpai objek wisata  Gonda Mangrove Park  terlebih dahulu, sesuai dengan namanya, Gonda merupakan kawasan yang ditumbuhi oleh pohon bakau (Mangrove).

pohon bakau di Gonda Mangrove Park
Cintai alam kita :)
Beberapa orang yang saya tanyai sebelum ke Gonda mengatakan : "gak usah ke Gonda, di sana biasa aja", tapi ternyata apa yang mereka katakan tidak seperti kenyataannya, Gonda menurut saya merupakan objek wisata yang menarik, kawasan ini bisa dibilang terawat oleh mereka para penggiat lingkungan, di sana juga ada saung-saung yang disediakan untuk para pengunjung, dan itu gratis. Untuk mereka yang senang snorkeling, Gonda mungkin adalah salah satu tempat yang patut dicoba, saya tidak mencobanya sih (karena gak bisa berenang :d ), tapi menurut beberapa artikel di Google, snorkeling di Gonda menawarkan keindahan alam laut yang tak kalah dengan objek2 snorkeling lainnya. 

awas kepiting !!!

suasana di atas saung di tengah2 hutan bakau
Gonda Mangrove Park ini bisa dikatakan mirip-mirip dengan Kawasan Wisata Alam Angke Kapuk di Jakarta, tapi menurut saya, Gonda lebih indah dan alami, kelebihannya ada pada saung yang dibangun untuk tempat bersantai pengunjung,  dan wisata snorkelingnya, dan yang lebih penting adalah jika di Angke Kapuk harus bayar 25k, di Gonda malah gratis.. hehehe, tapi kalaupun nanti masuk ke Gonda bayar, saya tetap setuju, bagaimanapun butuh dana untuk menjaga Gonda tetap rapih dan bersih serta membuatnya semakin menarik.   

PANTAI PALIPPIS 

Beranjak dari Gonda, sekitar 3 km kita akan menjumpai Pantai Palippis. Palippis sudah terkenal lebih dulu daripada Gonda yang baru-baru aja nge-hits, tapi sayangnya kawasan ini kurang terawat, saat kami datang, hampir tidak ada pengunjung lain selain kami dan waktu itu adalah weekend. Padahal bisa dibilang kawasan pantai Palippis ini menawarkan pemandangan yang indah dengan pasir putih dan air lautnya yang jernih.

Percayalah, batu ini berbentuk love.. xxiixi

dia indah, lebih lagi jika terawat :(
PANTAI BARANE

Dari Pantai Palippis, kita bisa melanjutkan perjalanan memasuki wilayah kabupaten Majene dan mampir di Pantai Barane, matahari bersinar terik saat kami tiba di Barane, saat itu jam di tangan menunjukkan pukul 12 siang kurang dikit, saat di mana matahari sedang ada tepat di atas kepala.. huhuhu.. Kawasan Pantai Barane ini sepertinya memang sudah dibangun untuk menjadi tempat wisata, terlihat dari beberapa sarana yang baru dibangun, seperti tempat karaoke dan beberapa saung-saung di tepi pantai, karena saat itu matahari sudah sangat panas dan sudah waktunya makan siang, kami hanya foto-foto sebentar di Barane, teman-teman yang lain sholat, lalu setelah itu kami langsung melanjutjan perjalanan mencari tempat makan.

Bridge to Heaven.. wkwkwk

“God will bring the right person into your life at the right time. Always believe that! If they are not there, God isn't finished yet!”
Setelah kunjungan singkat ke Pantai Barane, kami pun beranjak untuk makan siang di Kafe Godwill Majene. Kafe ini lumayan recomended menurut saya, dekorasinya ala-ala vintage , makanannya lumayan enak dan porsinya sesuai, kekurangannya pengunjung bebas merokok, sehingga agak mengganggu pengunjung lain yang tidak merokok.

THE LAST DESTINATION, DATO BEACH

Setelah makan siang, kami tidak langsung melanjutkan perjalanan wisata kami, tapi mampir dulu ke kontrakan salah seorang teman untuk istirahat tidur siang, hehe.. After bobo siang, sekitar jam setengah lima sore, kami pun cus ke Pantai Dato, menurut cerita beberapa orang, pantai ini menawarkan pemandangan yang sangat indah, apalagi sunset nya, pas banget kami ke sana sore-sore saat matahari akan segera masuk ke persembunyiannya. Setelah menempuh jarak sekitar 1 km dari jalan raya, kamipun  tiba di Pantai Dato, tepat saat matahari sudah mulai terbenam. 











Komentar

  1. Just focus in a quote "“God will bring the right person into your life at the right time. Always believe that! If they are not there, God isn't finished yet!"
    #mautamijuga kesini

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cimory

Mendengar nama Cimory, yang pertama terlintas di pikiran sebagian besar orang mungkin (bisa ya bisa nggak) adalah minuman di bawah ini : Sumber : cimory.com Ya, minuman di atas banyak bertebaran di Alfamart, Indomaret, Alfamidi dan sejenisnya. Pertama kali lihat minuman di atas saya mikirnya itu produk Jepang, emang dasar saya orangya cuek sama tulisan-tulisan di kemasan yang saya beli saya pun berpikiran begitu selama beberapa lama sampai ada teman saya yang bilang kalo itu produk asli Indonesia, ya ialah dari logo Cimory yang warnanya merah putih aja harusnya saya mikir, eh tapi bendera Jepang juga warnanya merah putih sih :3 Cimory ini ternyata merupakan akronim dari Cisarua Mountain Dairy, hahaha namanya ternyata Bogor banget, cuman dibikin bahasa Inggris biar keren dan menjual kali ya. Ya kali kalo di Indonesia-in namanya jadi Persuguci a.k.a Perusahaan Susu Gunung Cisarua, wkwkwk. Ternyata, produk yang ada di foto di atas itu cuma seiprit aja produk mereka, kalo kita ngunj...

Adek Kecil

Adek kecil, tukang parkir di depan ATM.. Dia mengangkat kardus yg dipakainya buat nutupin jok motor dan nerima duit seribu perak dari saya sambil bilang "terimakasih" dengan ekspresi kayak anak-anak baru dapat angpao lebaran, tak ada sedikitpun ekspresi lelah di tengah terik matahari jam dua belas siang tadi. Sesaat sebelum pergi saya memandanginya telah berteduh, adeknya ganteng ☺ tak kelihatan seperti orang susah, tampak seperti anak orang kaya yang terawat, dari postur tubuhnya mungkin dia kelas 4 atau 5 SD. Duh dek.. Dulu saya seusiamu kerjaan saya nongkrong depan tv dari jam 8 sampe jam 12 siang ngabisin kartun hari minggu, kamu masih kecil sudah harus bekerja..

Cowok Kaya

Dulu, waktu masih kecil, kalau lewat depan rumah mewah itu, kadang-kadang muncul khayalan Cinderella. Seorang cowok menghuni rumah itu, dia kemudian jatuh cinta pada saya dan melamar saya, kami menikah dan bahagia, orang tuanya baik, pengertian. Si cowok perhatian, dan ah banyaklah khayalan-khayalan ala sinetron yang dibuat-buah sekehendak hati, seakan keluarga seperti itu memang ada.  Tadi, saya lewat depan sebuah rumah mewah, cantik, mengagumkan bentuknya, tapi entah mengapa perasaan saya hambar melihatnya, pagar yang menjulang tinggi, seakan saya bisa merasakan kemewahan yang ada di dalamnya mungkin sebenarnya adalah penjara bagi penghuninya, penjara pikiran, penjara ketakutan akan kehilangan semua itu.  Ah, sekarang saat sudah dewasa saya juga menginginkan cowok kaya, kaya pikiran, pikirannya luas. ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š