Langsung ke konten utama

Bangkit dari Lelah

Kau tahu kawan?  Tak ada pendakian gunung yang tak melelahkan.  Dulu,  pertama kali saya mendaki gunung,  saya belum tahu apa-apa tentang bagaimana perlengkapan mendaki gunung yang benar,  saya hanya menanti keindahan dan ingin disebut pernah mendaki. Saya mendaki dengan celana jeans dan tas yang bahkan biasa dipakai anak SMA pergi les. Capek?  Tentu saja,  lelah,  kaki sampai bahkan wajah penuh debu,  di tengah-tengah perjalanan ingin berhenti saja,  turun.  Tapi untungnya tak jadi, dan saya tetap bisa lanjut. Saya beruntung,  tak ada hujan yang bisa membuat celana saya basah,  dan tentu saja semua tahu jika celana jeans akan kering dalam waktu lama,  saya beruntung karena tas saya tidak putus talinya di tengah jalan. Pendakian kala itu berakhir manis,  dan penuh tawa saat turun ke bawah. Dan kali ini,  saat sebuah proses yang kongruen dengan perjalanan pendakian itu,  bisakah saya meminta padaMu Tuhan agar saya tetap mengingat bahwa tidak ada perjuangan yang menghianati hasil?  Bisakah saya tetap tegar menghadapi segala keterjalan ini?  Dan pada akhirnya setelah saya sampai di puncak,  saya tetap mencintai puncak itu tanpa kecewa sama sekali apapun hasilnya?  Bisakah Tuhan tetap menarik tangan saya ketika saya sudah merasa terlalu lelah akan semua ini? 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cimory

Mendengar nama Cimory, yang pertama terlintas di pikiran sebagian besar orang mungkin (bisa ya bisa nggak) adalah minuman di bawah ini : Sumber : cimory.com Ya, minuman di atas banyak bertebaran di Alfamart, Indomaret, Alfamidi dan sejenisnya. Pertama kali lihat minuman di atas saya mikirnya itu produk Jepang, emang dasar saya orangya cuek sama tulisan-tulisan di kemasan yang saya beli saya pun berpikiran begitu selama beberapa lama sampai ada teman saya yang bilang kalo itu produk asli Indonesia, ya ialah dari logo Cimory yang warnanya merah putih aja harusnya saya mikir, eh tapi bendera Jepang juga warnanya merah putih sih :3 Cimory ini ternyata merupakan akronim dari Cisarua Mountain Dairy, hahaha namanya ternyata Bogor banget, cuman dibikin bahasa Inggris biar keren dan menjual kali ya. Ya kali kalo di Indonesia-in namanya jadi Persuguci a.k.a Perusahaan Susu Gunung Cisarua, wkwkwk. Ternyata, produk yang ada di foto di atas itu cuma seiprit aja produk mereka, kalo kita ngunj...

Adek Kecil

Adek kecil, tukang parkir di depan ATM.. Dia mengangkat kardus yg dipakainya buat nutupin jok motor dan nerima duit seribu perak dari saya sambil bilang "terimakasih" dengan ekspresi kayak anak-anak baru dapat angpao lebaran, tak ada sedikitpun ekspresi lelah di tengah terik matahari jam dua belas siang tadi. Sesaat sebelum pergi saya memandanginya telah berteduh, adeknya ganteng ☺ tak kelihatan seperti orang susah, tampak seperti anak orang kaya yang terawat, dari postur tubuhnya mungkin dia kelas 4 atau 5 SD. Duh dek.. Dulu saya seusiamu kerjaan saya nongkrong depan tv dari jam 8 sampe jam 12 siang ngabisin kartun hari minggu, kamu masih kecil sudah harus bekerja..

Cowok Kaya

Dulu, waktu masih kecil, kalau lewat depan rumah mewah itu, kadang-kadang muncul khayalan Cinderella. Seorang cowok menghuni rumah itu, dia kemudian jatuh cinta pada saya dan melamar saya, kami menikah dan bahagia, orang tuanya baik, pengertian. Si cowok perhatian, dan ah banyaklah khayalan-khayalan ala sinetron yang dibuat-buah sekehendak hati, seakan keluarga seperti itu memang ada.  Tadi, saya lewat depan sebuah rumah mewah, cantik, mengagumkan bentuknya, tapi entah mengapa perasaan saya hambar melihatnya, pagar yang menjulang tinggi, seakan saya bisa merasakan kemewahan yang ada di dalamnya mungkin sebenarnya adalah penjara bagi penghuninya, penjara pikiran, penjara ketakutan akan kehilangan semua itu.  Ah, sekarang saat sudah dewasa saya juga menginginkan cowok kaya, kaya pikiran, pikirannya luas. 😊😊