Langsung ke konten utama

Hari Minggu dan Hujan

Hari Minggu dan hujan adalah surga dunia bagi sebagian besar orang, libur dan cuaca yang mendukung buat males-malesan, naik ke kasur, narik selimut dan kembali tidur. Oh tapi tidak di hari Minggu kali ini, kami disibukkan dengan pompa air yg lagi ngambek, alhasil kenyamanan di hari minggu harus terusik oleh kegiatan angkat-angkat air pake ember dari penampungan air di depan rumah, tentunya buat memenuhi hasrat yang tak bisa ditunda-tunda lagi bagi sebagian besar orang di pagi hari. Ketika saat-saat seperti ini datang, maka pikiran membanding-bandingkan akan datang dengan sendirinya, "ah di rumah di Polman mah enak, airnya melimpah, gak ada jam-jam tertentu buat ngalir" , lalu apa yang kau dapat dengan mengeluh dan membanding-bandingkan? rupa-rupanya gak ada sih.
Membanding-bandingkan sesuatu sudah seperti rutinitas di dalam hidup gw, karena dia terlalu sering muncul tanpa diundang. Waktu kuliah pengen kembali jadi anak SMA; waktu tingkat 4 kuliah pengen kembali jadi anak tingkat 1, karena capek nyekripsi; waktu magang pengen kembali kuliah; waktu mau penempatan pengen jadi mahasiswa lagi, katanya belum siap masuk dunia kerja padahal waktu masih mahasiswa pengen cepet-cepet kerja biar dapat uang banyak; waktu udah kerja beneran pengen jadi mahasiswa lagi yang punya banyak waktu buat liburan, padahal waktu kuliah pengen cepet-cepet kerja biar bisa punya banyak uang buat liburan.
Daan.. mungkin akan seperti ini teruslah kehidupan ke masa yang akan datang, pengen kembali ke suatu masa tertentu yang menurut kita lebih enak dari masa sekarang, lalu masa sekarang pun akan tiba saatnya akan menjadi masa yang dirindukan karena dirasa lebih enak dari masa datang tersebut, begitu seterusnya. Hingga pada akhirnya kesimpulan dari semuanya adalah : kita hanya perlu terus bersyukur dengan setiap keadaan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cimory

Mendengar nama Cimory, yang pertama terlintas di pikiran sebagian besar orang mungkin (bisa ya bisa nggak) adalah minuman di bawah ini : Sumber : cimory.com Ya, minuman di atas banyak bertebaran di Alfamart, Indomaret, Alfamidi dan sejenisnya. Pertama kali lihat minuman di atas saya mikirnya itu produk Jepang, emang dasar saya orangya cuek sama tulisan-tulisan di kemasan yang saya beli saya pun berpikiran begitu selama beberapa lama sampai ada teman saya yang bilang kalo itu produk asli Indonesia, ya ialah dari logo Cimory yang warnanya merah putih aja harusnya saya mikir, eh tapi bendera Jepang juga warnanya merah putih sih :3 Cimory ini ternyata merupakan akronim dari Cisarua Mountain Dairy, hahaha namanya ternyata Bogor banget, cuman dibikin bahasa Inggris biar keren dan menjual kali ya. Ya kali kalo di Indonesia-in namanya jadi Persuguci a.k.a Perusahaan Susu Gunung Cisarua, wkwkwk. Ternyata, produk yang ada di foto di atas itu cuma seiprit aja produk mereka, kalo kita ngunj...

Adek Kecil

Adek kecil, tukang parkir di depan ATM.. Dia mengangkat kardus yg dipakainya buat nutupin jok motor dan nerima duit seribu perak dari saya sambil bilang "terimakasih" dengan ekspresi kayak anak-anak baru dapat angpao lebaran, tak ada sedikitpun ekspresi lelah di tengah terik matahari jam dua belas siang tadi. Sesaat sebelum pergi saya memandanginya telah berteduh, adeknya ganteng ☺ tak kelihatan seperti orang susah, tampak seperti anak orang kaya yang terawat, dari postur tubuhnya mungkin dia kelas 4 atau 5 SD. Duh dek.. Dulu saya seusiamu kerjaan saya nongkrong depan tv dari jam 8 sampe jam 12 siang ngabisin kartun hari minggu, kamu masih kecil sudah harus bekerja..

Cowok Kaya

Dulu, waktu masih kecil, kalau lewat depan rumah mewah itu, kadang-kadang muncul khayalan Cinderella. Seorang cowok menghuni rumah itu, dia kemudian jatuh cinta pada saya dan melamar saya, kami menikah dan bahagia, orang tuanya baik, pengertian. Si cowok perhatian, dan ah banyaklah khayalan-khayalan ala sinetron yang dibuat-buah sekehendak hati, seakan keluarga seperti itu memang ada.  Tadi, saya lewat depan sebuah rumah mewah, cantik, mengagumkan bentuknya, tapi entah mengapa perasaan saya hambar melihatnya, pagar yang menjulang tinggi, seakan saya bisa merasakan kemewahan yang ada di dalamnya mungkin sebenarnya adalah penjara bagi penghuninya, penjara pikiran, penjara ketakutan akan kehilangan semua itu.  Ah, sekarang saat sudah dewasa saya juga menginginkan cowok kaya, kaya pikiran, pikirannya luas. 😊😊