Hari Minggu dan hujan adalah surga dunia bagi sebagian besar orang, libur dan cuaca yang mendukung buat males-malesan, naik ke kasur, narik selimut dan kembali tidur. Oh tapi tidak di hari Minggu kali ini, kami disibukkan dengan pompa air yg lagi ngambek, alhasil kenyamanan di hari minggu harus terusik oleh kegiatan angkat-angkat air pake ember dari penampungan air di depan rumah, tentunya buat memenuhi hasrat yang tak bisa ditunda-tunda lagi bagi sebagian besar orang di pagi hari. Ketika saat-saat seperti ini datang, maka pikiran membanding-bandingkan akan datang dengan sendirinya, "ah di rumah di Polman mah enak, airnya melimpah, gak ada jam-jam tertentu buat ngalir" , lalu apa yang kau dapat dengan mengeluh dan membanding-bandingkan? rupa-rupanya gak ada sih.
Membanding-bandingkan sesuatu sudah seperti rutinitas di dalam hidup gw, karena dia terlalu sering muncul tanpa diundang. Waktu kuliah pengen kembali jadi anak SMA; waktu tingkat 4 kuliah pengen kembali jadi anak tingkat 1, karena capek nyekripsi; waktu magang pengen kembali kuliah; waktu mau penempatan pengen jadi mahasiswa lagi, katanya belum siap masuk dunia kerja padahal waktu masih mahasiswa pengen cepet-cepet kerja biar dapat uang banyak; waktu udah kerja beneran pengen jadi mahasiswa lagi yang punya banyak waktu buat liburan, padahal waktu kuliah pengen cepet-cepet kerja biar bisa punya banyak uang buat liburan.
Daan.. mungkin akan seperti ini teruslah kehidupan ke masa yang akan datang, pengen kembali ke suatu masa tertentu yang menurut kita lebih enak dari masa sekarang, lalu masa sekarang pun akan tiba saatnya akan menjadi masa yang dirindukan karena dirasa lebih enak dari masa datang tersebut, begitu seterusnya. Hingga pada akhirnya kesimpulan dari semuanya adalah : kita hanya perlu terus bersyukur dengan setiap keadaan.
Membanding-bandingkan sesuatu sudah seperti rutinitas di dalam hidup gw, karena dia terlalu sering muncul tanpa diundang. Waktu kuliah pengen kembali jadi anak SMA; waktu tingkat 4 kuliah pengen kembali jadi anak tingkat 1, karena capek nyekripsi; waktu magang pengen kembali kuliah; waktu mau penempatan pengen jadi mahasiswa lagi, katanya belum siap masuk dunia kerja padahal waktu masih mahasiswa pengen cepet-cepet kerja biar dapat uang banyak; waktu udah kerja beneran pengen jadi mahasiswa lagi yang punya banyak waktu buat liburan, padahal waktu kuliah pengen cepet-cepet kerja biar bisa punya banyak uang buat liburan.
Daan.. mungkin akan seperti ini teruslah kehidupan ke masa yang akan datang, pengen kembali ke suatu masa tertentu yang menurut kita lebih enak dari masa sekarang, lalu masa sekarang pun akan tiba saatnya akan menjadi masa yang dirindukan karena dirasa lebih enak dari masa datang tersebut, begitu seterusnya. Hingga pada akhirnya kesimpulan dari semuanya adalah : kita hanya perlu terus bersyukur dengan setiap keadaan.
Komentar
Posting Komentar